Disiplin Adalah Mata Uang Termahal
Buku ini seperti percakapan jujur dengan seorang teman yang pernah hancur, lalu bangkit kembali.
Di dalamnya, pembaca diajak memahami bahwa pasar bukanlah lawan, melainkan cermin yang memantulkan ketakutan, keserakahan, dan harga diri kita sendiri. Buku ini mengingatkan bahwa uang memicu emosi paling murni, dan ego sering kali membuat manusia menunda menutup luka—hingga akhirnya semuanya runtuh.